Detail Potensi Investasi
Proyek yang ditawarkan
Judul PETERNAKAN KERBAU MOA
Potensi Investasi
Pertanian
Pengunjung Hari ini 1360
Total Pengunjung 1354
Status
Download PDF Download  
Form Minat Investasi

Kerbau Moa  ( Si Raja Lumpur Tak Berlumpur ) yang merupakan Plasmah Nutfah Daerah Maluku, tersebar di Kepulauan Leti, Moa, Lakor yang merupakan tiga pulau besar diwilayah Kecamatan Serwaru Kabupaten Maluku Barat Daya.  Secara geografis pulau-pulau tersebut berada pada posisi paling selatan dari gugus pulau-pulau terselatan di Provinsi  Daerah Seribu Pulau ini, sehingga digambarkan sebagai Gerbang Selatan Maluku ( Maluku South Gate ). Gambaran ini dikaitkan dengan letak pulau-pulau tersebut yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste dan Benua Australia yang tentunya dapat diandalkan sebagai jalur perdagangan strategis baik domestik maupun global.

Provinsi Maluku dimata orang Maluku identik dengan ternak kerbau, karena hewan tersebut sejak dulu telah menjadi simbol dan bahagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat di pulau itu yang hingga kini masih lestari. Kerbau Moa adalah jenis Kerbau Lumpur ( Swamp Buffalow ) yang dapat dijumpai di berbagai daerah di tanah air.  Akan tetapi Kerbau Moa tidak seperti kerbau lumpur pada umumnya.

 Kerbau di Kabupaten MBD Tahun 2015 - 2019

Tahun

Populasi (ekr)

Pemotongan (ekr)

Produksi Daging (ton)

 

    2015

2016

2017

 2018

2019

 

16.165

14.649

14.353

17.425

11.000

 

-

1.578

111

111

1.405

 

204

346

22

22

186

        Sumber: Dinas Pertanian Provinsi Maluku

Sifat Kualitatif

Sifat-sifat kualitatif Kerbau Moa  sebagaimana

disajikan  pada Tabel 2 berikut ini :

Sifat Kualitatif

Bentuk

Garis muka lurus

Lurus

Kerberadaan tanduk

Bertanduk

Posisi tanduk

Melengkung dari samping ke arah belakang

Posisi telinga

Tegak ke arah samping

Garis punggung

Cekung

Warna Kepala

Abu-abu (40,80%), Hitam (44,25%), dan putih (14,94%).

Warna Kulit Badan

Hitam (43,67%), Abu-abu (28,74), Putih (15,52%), Hitam dominan campur putih (6,32%), Abu-abu dominan campur putih (2,30%), Putih dominan campur hitam (2,30), dan  Putih dominan campur abu-abu (1,15%).

Garis kalung (Chevron)

Chevron dimiliki oleh kerbau sebagai penciri spesifik dari kerbau rawa atau kerbau lumpur

              Sumber : Salamena dkk (2009).


 

Investation Rate (US$) :  $0

Investation Rate (Rp) :  Rp.0

   

Potensi Sumber Daya Alam Ternak

  1.  Luas padang penggembalaan alam 17.954 ha.
  2.  Populasi ternak  tahun 2019 sebanyak 11.000 ekor
  3.  Sumber air untuk kebutuhan minum ternak terdapat pada kolam-kolam alam yang debit airnya pada waktu musim kemarau sangat berkurang. 
  4. Kapasitas tampung pada areal padang penggembalaan antara 1 – 3 ekor / ha / tahun.

Aspek Sosial Ekonomi.

  1.  Kegiatan usaha taninya bersifat campuran ( Mix Farming ).
  2.  Tipologi usahanya masih bersifat sambilan dan orientasinya usahanya cenderung untuk memenuhi tuntutan adat istiadat.
  3.  Pemasaran hasil ternaknya sangat sulit disebabkan sarana transportasi yang minim sehingga mengakibatkan nilai tukar ternak rendah.
  4.  Pemotongan ternak yang cukup tinggi untuk keperluan upacara-upacara adat.

Kegiatan yang telah dilaksankan oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku :

  1. Pembuatan embung-embung untuk penyediaan air minum ternak.
  2. Ranch seluas 100 ha dengan sarana pendukung (Kantor, Kandang Koloni, Pos keswan)
  3. Peningkatan SDM Peternak melalui pembinaan dan pelatihan
  4. Pasca Panen (Pembuatan dendeng , abon,  kulit dan tanduk)
  5. Sosialisai pemanfaatan susu kerbau.
  6. Mengikuti Kontes Ternak (PENAS 1991) di Magelang
  7. Telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai Plasma Nutfah Asli Indonesia Asal Provinsi Maluku sesuai SK. Nomor : 2911/Kpts/OT.140/6/2011 Tanggal 17 Juni 2011.

Kegiatan Yang Akan Dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku :

  1. Perbaikan padang penggembalaan alam dengan introduksi jenis rumput unggul lokal.
  2. Membangun kemitraan untuk pemasaran ternak.
  3. Penerapan teknologi tepat guna

Demikian informasi singkat tentang keberadaan Plasma Nutfah Kerbau Moa dan diharapkan dapat bermanfaat untuk menunjang cita-cita menjadikan Maluku sebagai lumbung ternak potong dikawasan Timur Indonesia.

Sifat Kuantitatif Reproduksi dari Kerbau Moa

No

Sifat-sifat Reproduksi

Nilai

1.

Umur Dewasa Kelamin/Umur Pertama Kali Kawin (Bulan)

32.07

2.

Angka Kebuntingan (%)

78.92

3.

Lama Bunting (Bulan)

10.29 ± 1.23

4.

Angka Kelahiran  (%)

77.82

5.

Rasio Kelahiran  (%)

  • Jantan
  • Betina

 

54.36

45.54

6.

Birahi Pasca Partus (Bulan)

9.98 ±  1.47

7.

Selang Beranak

20.15 ± 1.3

8.

Angka Kematian  Terhadap Populasi (%)

  1. Anak (Terhadap Anak Yang Lahir/mortality pra sapih)

  b.   Muda  (Terhadap Populasi)

  c.   Dewasa  (Terhadap Populasi)         

3.3

11.23

0.19

0.88

          Sumber: : Salamena dkk (2009).